Mencegah Ruam Popok Bayi Agar Bebas Bergerak

Mencegah Ruam Popok Bayi Agar Bebas Bergerak. Bayi dengan ruam popok dapat mengalami rasa tidak nyaman dan rewel, serta rasa pedih yang ditimbulkan oleh ruam, yang menghalangi mereka untuk bergerak. Padahal, ruam adalah latihan motorik penting bagi bayi.

Bagaimana cara mencegah hal ini terjadi? Dr. Nitish Basant Adnani, Sp.A., dokter spesialis anak dari RS Pondok Indah Bintaro Jaya, memberikan penjelasan berikut pada acara Kids Festival Spesial Hari Anak Nasional yang diadakan beberapa waktu lalu di Jakarta.

Mencegah Ruam Popok Bayi Agar Bebas Bergerak

Ayah dan Bunda harus memperhatikan ruam popok, baik sekali pakai atau kain. Meskipun gangguan kulit ini tidak berbahaya, ia dapat menyebabkan si kecil merasa tidak nyaman dan sering rewel dan menangis. Ruam popok juga dapat menyebabkan luka serius, bahkan jika tidak diobati.

Jika ada kemerahan dan radang di kulit di pantat dan selangkangan bayi, itu bisa menjadi tanda ruam popok. Radang ini dapat disebabkan oleh gesekan, lembap, dan kurangnya sirkulasi udara di area tersebut. Akibatnya, bayi menjadi rewel dan merasa sakit.

Kemungkinan Penyebab Ruam Popok

Secara umum, ada beberapa penyebab umum ruam popok pada anak-anak, yaitu:

  • Karena popok jarang diganti, kulit tetap terpapar bakteri dengan keringat, urine, dan bahkan feses.
  • Apakah Anda alergi terhadap komponen popok, sabun, shampoo, atau produk lain yang digunakan setiap hari
  • Ukuran popok tidak sesuai
  • Anak-anak baru menjajal MPASI sering mengalami perubahan jenis makanan.
Dukung Anak Bereksplorasi

Anak-anak pada masa pertumbuhan sangat membutuhkan kebebasan untuk bereksplorasi karena ini merupakan bagian penting dari pertumbuhan dan perkembangan mereka. Orang tua harus memberikan ruang bagi anak-anak untuk belajar mengenali lingkungan mereka dan melatih kemampuan diri mereka sendiri.

“Memberikan kebebasan anak dalam bereksplorasi sebaiknya disertai dengan perawatan yang tepat. Salah satunya dengan pemilihan popok yang tepat agar si kecil lebih nyaman dalam bereksplorasi. Perpaduan antara stimulasi yang tepat dan perawatan yang baik dapat mendukung anak untuk tumbuh dan berkembang sesuai potensinya,” ujar dr. Nitish.

Jangan lupakan ruam popok.

Data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menunjukkan bahwa sekitar 7-35% bayi yang berusia 9-12 bulan mengalami ruam popok. Ruam popok adalah kelainan kulit yang menyebabkan iritasi pada area kulit yang tertutup oleh popok. Gejalanya adalah kemerahan pada kulit dan nyeri. Bayi mungkin kurang aktif karena ketidaknyamanan ini. Gerakan aktif seperti merangkak, berguling, dan berjalan sangat penting untuk perkembangan koordinasi dan otot bayi. Selama masa pertumbuhan, kekurangan aktivitas fisik dapat berdampak negatif pada kemampuan motorik anak-anak.

Setiap tiga jam, ganti popok.

Disarankan agar orang tua mengganti popok secara teratur karena ruam popok paling sering disebabkan oleh iritasi yang disebabkan oleh kontak kulit dengan popok itu sendiri atau kontak terlalu lama dengan urine atau feses.

Dr. Nitish menyarankan agar orang tua memperhatikan kesehatan kulit bayi, antara lain dengan memilih popok yang tepat. Popok yang tepat tidak hanya mencegah ruam popok, tetapi juga memberikan kenyamanan yang memungkinkan si kecil bergerak leluasa. Untuk mencegah iritasi, orang tua harus mengganti popok setiap tiga jam sekali dan setiap kali anak buang air besar.

Pilih Popok yang Memiliki Daya Serap Tinggi.

Pada acara itu, ibu influencer Winona Willy berbagi kisahnya tentang memilih popok yang cocok untuk anaknya. Dia mengklaim bahwa popok tipis namun berdaya serap tinggi membantu anak bergerak bebas.

Dia menjelaskan, “Dulu saya berpikir popok tebal bisa menjamin popok tidak bocor, tetapi ternyata tidak. Popok yang terlalu tebal malah berpotensi membuat anak kurang nyaman bergerak. Saat ini sudah ada popok yang dibuat menggunakan teknologi khusus, yang meskipun tipis, tetap tidak bocor dan mampu menjaga permukaan kering lebih lama, membuat anak kita lebih nyaman saat bermain.”

Titi Nurmalasari, Head of Communications Makuku Indonesia, memberikan penjelasan tentang teknologi yang digunakan untuk membuat popok. Material super absorbent polymer (SAP) adalah polimer hidrofilik yang memiliki kapasitas menyerap cairan hingga lebih dari seratus kali lipat beratnya sendiri, yang berarti bahwa popok memiliki daya serap yang lebih besar jika digunakan secara eksklusif tanpa campuran pulp. Bayi menyerap cairan pipisnya dengan cepat dan merata, menghindari gumpalan. Selain itu, permukaan popok tetap kering lebih lama. Ini mengurangi ruam popok.

Mencegah Ruam Popok Bayi Agar Bebas Bergerak

Sumber:

  • https://mediaindonesia.com/jelita/689808/cegah-ruam-popok-agar-si-kecil-bebas-bergerak
  • https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/1209/seputar-ruam-popok-pada-bayi
  • https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/1210/merawat-kulit-bayi-dengan-tepat
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK559067/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *