Langkah-langkah Mengatasi Ruam Popok pada Bayi

Langkah-langkah Mengatasi Ruam Popok pada Bayi. Ruam popok adalah masalah kulit yang sering terjadi pada bayi. Tanda-tandanya termasuk bercak kemerahan pada kulit, kering, dan melepuh, serta luka lecet di area pantat, paha, selangkangan, dan bagian dalam tubuh.

Selain itu, tanda lain dari ruam popok pada bayi adalah mereka terlihat sakit dan memiliki kulit yang hangat saat disentuh. Kondisi ini pasti membuat bayi tidak nyaman dan sering rewel.

Ayah dan Bunda harus memperhatikan ruam popok, baik sekali pakai atau kain. Meskipun gangguan kulit ini tidak berbahaya, ia dapat menyebabkan si kecil merasa tidak nyaman dan sering rewel dan menangis. Ruam popok juga dapat menyebabkan luka serius, bahkan jika tidak diobati.

Jika ada kemerahan dan radang di kulit di pantat dan selangkangan bayi, itu bisa menjadi tanda ruam popok. Radang ini dapat disebabkan oleh gesekan, lembap, dan kurangnya sirkulasi udara di area tersebut. Akibatnya, bayi menjadi rewel dan merasa sakit.

Langkah-langkah Mengatasi Ruam Popok pada Bayi

Setelah memilih ukuran popok bayi, kita cari tahu mengatasi ruam popok, yuk! Ini juga tak kalah penting karena termasuk fenomena yang sering terjadi ketika Si Kecil memakai popok.

Mengutip Mayo Clinic, ruam popok ditandai dengan beberapa ciri-ciri seperti:

  • Kulit merah bersisik dan berada di area kelamin bayi
  • Kulit kemerahan di paha, selangkangan, dan area bokong
  • Gatal dan keinginan bayi untuk menggaruk

Saat menggunakan popok, sering kali kulit bayi yang sensitif ini terlihat mengeluarkan ruam. Untuk mengatasinya, Bunda perlu menjaga kebersihan popok bayi.

Ini seperti dengan rutin mengganti diapers pakai maupun clodi dan membersihkan tubuh bayi dengan air bersih saat mengganti popok.

Bunda, pastikan untuk mengeringkan kulit di sekitar bokong sebelum menggunakan popok. Jika kulit bayi sudah terlanjur kena ruam popok, jaga area tersebut untuk selalu bersih dan kering agar proses penyembuhan bisa lebih cepat.

Penyebab Ruam Popok

Ruam popok bisa menyerang anak pada usia berapa pun. Sederhananya, ada sejumlah penyebab umum seorang anak menderita ruam popok yaitu:

  • Infeksi bakteri karena popok jarang diganti sehingga kulit terlalu lama kontak dengan keringat, urine, bahkan feses

  • Alergi bahan popok, sabun, shampoo, atau produk lain yang sedang digunakan

  • Ukuran popok tidak sesuai (terlalu longgar atau terlalu sempit)

  • Bayi mengalami pergantian jenis makanan; biasa menyerang anak yang baru menjajal MPASI

Cara Tepat Merawat Ruam Popok

Tenang, Bunda. Setiap anak yang memakai popok pasti pernah mengalami ruam popok. Perawatannya pun terhitung gampang.

Yang pasti, Ayah dan Bunda harus sabar dan telaten menenangkan anak selama proses penyembuhan karena kulit bayi yang sensitif pasti merasa sangat perih saat bagian yang ruam terkena gesekan, sehingga lebih sering menangis.

Cara tepat merawat ruam popok adalah sebagai berikut:

1. Kurangi penggunaan air hangat untuk memandikan Bayi

Bunda dan Ayah harus tahu bahwa kulit bayi sebenarnya belum butuh banyak dimandikan. Bahkan, frekuensi mandi hanya tiga kali dalam seminggu pun cukup untuk si kecil, meski Anda boleh-boleh saja memandikan bayi setiap hari.

Yang penting, penggunaan air hangat terlalu sering sebaiknya dihindari, khususnya untuk area pantat dan selangkangan bayi saat terkena ruam. Sentuhan dengan air bersuhu hangat bisa malah memperlama proses penyembuhan di kulit bayi.

2. Keringkan bayi pasca mandi dengan sungguh-sungguh

Pasca mandi, usap anak dengan handuk lembut. Pastikan tubuhnya benar-benar kering sebelum memakaikan popok dan pakaian supaya tidak ada bekas air yang berpotensi menimbulkan kelembapan, atau bahkan jamur.

3. Angin-anginkan pantat bayi sebelum memakaikan popok

Beri waktu 5-10 menit sebelum memakaikan popok agar area sensitif bayi benar-benar kering. Selama menunggu, Anda bisa mengajak bayi Anda berbincang dan bercanda untuk merangsang kinerja otaknya.

4. Oleskan pelembap atau minyak khusus bayi

Beberapa bahan yang ditengarai bisa membantu penyembuhan ruam popok adalah petroleum jelly, dan minyak khusus bayi yang banyak dijual di toko terdekat. Namun, pastikan produknya sudah mengantongi izin dan teruji klinis, ya.

5. Lebih rutin mengganti popok

Penyebab utama ruam popok adalah area kulit yang terlalu lama kontak dengan tinja, urine, dan keringat bayi. Dengan menambah frekuensi pembersihan pantat bayi dan mengganti popoknya, risiko ruam popok bisa diminimalisasi.

6. Periksakan ke layanan kesehatan terdekat

Jika ruam popok sudah disertai pertanda lain seperti rewel tidak berkesudahan dan demam, Ayah dan Bunda wajib memeriksakan bayi Anda ke layanan kesehatan terdekat. Pihak medis akan memberikan diagnosis dan saran perawatan terbaik agar si kecil kembali sehat.

Langkah-langkah Mengatasi Ruam Popok pada Bayi

Semoga bermanfaat 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *