Bagaimana Cara Mendeteksi Alergi pada Bayi?
Bagaimana Cara Mendeteksi Alergi pada Bayi? Sebaiknya Bunda segera memeriksa si Kecil jika dia menunjukkan gejala alergi. Pastikan ibu menyimpan jurnal atau catatan tentang gejala alergi. Catat semua gejala dan kapan muncul.
Hal ini akan membantu dokter mengetahui penyebab, tingkat klinis, dan pengobatan alergi anak yang tepat. Dokter biasanya bertanya kepada Bunda tentang gejala dan tanda-tanda yang muncul. Kemudian mereka bertanya tentang riwayat kesehatan keluarga Bunda, termasuk orang tua, kakek, nenek, dan anggota keluarga lainnya.
Bagaimana Cara Mendeteksi Alergi pada Bayi?
Selanjutnya, untuk menentukan alergi pada anak, dokter mungkin akan melakukan beberapa pemeriksaan tambahan. Beberapa pemeriksaan penunjang yang biasa direkomendasikan dokter untuk mengidentifikasi alergi pada anak adalah sebagai berikut:
1. Skin Test
Pada saat dilakukan pemeriksaan skin test, sedikit jumlah zat alergen dimasukan ke bawah kulit menggunakan jarum. Teknik ini disebut skin prick test.
Jarum suntik juga dapat digunakan untuk menyuntik alergen yang telah dilarutkan dengan cairan suntik, ke dalam kulit, dengan metode yang disebut intradermal test. Metode pemeriksaan ini umumnya digunakan untuk pasien berusia 6 bulan ke atas.
2. Pemeriksaan Darah
Walaupun tidak sesensitif skin test, pemeriksaan darah dapat digunakan untuk anak yang lebih muda, atau bila skin test tidak dapat dilakukan pada pasien.
3. Tes Eliminasi Diet
Bila dokter menduga adanya alergi makanan, maka pasien dapat diberikan instruksi untuk tidak memakan makanan yang diduga menjadi alergen, misalnya seperti susu, yang dapat terkandung dalam berbagai macam produk makanan.
Bagaimana Cara Mendeteksi Alergi pada Bayi?
Bagaimana Cara Mencegah Terjadinya Alergi?
Seperti yang telah disinggung pada pembahasan sebelumnya, untuk mencegah terjadinya alergi pada bayi mungil Mama, ia perlu dijauhkan dari paparan alergen. Cara yang efektif untuk menjauhkan si Kecil dari paparan zat alergen antara lain:
- Memberikan makanan yang rentgan menimbulkan alergi dalam jumlah kecil dalam waktu 3 hari berturut-turut tanpa dicampur makanan lain untuk mengetahui apakah si Kecil alergi atau tidak.
- Selalu membaca komposisi makanan sebelum memberikannya pada si Kecil.
- Jika bayi masih mengonsumsi ASI, Mama sebaiknya menghindari konsumsi alergen.
- Memberikan obat sesuai dengan resep dokter untuk menekan risiko alergi obat.
- Menjaga kebersihan rumah dan mainan anak agar anak.
- Bebaskan rumah dari asap rokok.
- Mengonsumsi obat yang diresepkan oleh dokter untuk menurunkan dan mengontrol reaksi alergi yang muncul.
- Memasang air-purifier untuk memusnahkan alergen dari udara di dalam rumah.
- Jangan membiarkan hewan peliharaan masuk ke dalam kamar atau duduk di atas furnitur rumah jika si Kecil alergi terhadap binatang.
Bagaimana Cara Mendeteksi Alergi pada Bayi?
Diagnosis Alergi Bayi
Diagnosis alergi pada bayi dapat dilakukan dengan pemeriksaan alergi pada kulit. Tes ini dilakukan dengan menempatkan ekstrak cair alergen makanan pada lengan atau punggung bayi, menusuk kulit, dan melakukan pemantauan selama 15 menit untuk melihat apakah ada reaksi alergi, yaitu munculnya bentol.
Tes positif terhadap makanan tertentu menunjukkan adanya kemungkinan bahwa si kecil sensitif terhadap makanan tersebut. Selain itu, ada pula pemeriksaan laboratorium untuk memeriksa sampel darah si kecil, terutama kadar antibodi imunoglobulin E (IgE) terhadap makanan tertentu.
Ingat, reaksi awal alergi pada bayi terhadap makanan tertentu mungkin bisa saja ringan. Namun, reaksi tersebut dapat menjadi lebih buruk setelah paparan berikutnya. Penting untuk tidak menduga-duga dan membuat asumsi sendiri terkait dengan reaksi alergi, karena dapat berakibat fatal. Sebaiknya, konsultasikan gejala alergi makanan si kecil pada dokter spesialis anak.
FAQ Alergi pada Bayi
Apa Ciri-ciri Alergi pada Bayi?
Ciri-ciri alergi pada bayi meliputi ruam kulit, gatal-gatal, sesak napas, muntah, atau diare setelah makan makanan tertentu. Bayi juga bisa tampak rewel atau memiliki masalah tidur. Jika gejala ini muncul, segera konsultasikan ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Bagaimana Cara Cek Alergi pada Bayi?
Untuk cek alergi pada bayi, dokter biasanya akan melakukan tes kulit atau tes darah untuk mengidentifikasi alergen penyebab reaksi. Selain itu, dokter juga akan menanyakan riwayat makanan atau lingkungan yang dapat memicu reaksi alergi pada bayi.
Berapa Lama Reaksi Alergi Hilang pada Bayi?
Lama hilangnya reaksi alergi pada bayi tergantung pada jenis dan tingkat keparahan alerginya. Beberapa reaksi ringan, seperti ruam kulit, bisa hilang dalam beberapa jam atau hari dengan perawatan yang tepat. Namun, reaksi yang lebih serius mungkin memerlukan pengobatan lebih lama dan perhatian medis.
Semoga bermanfaat ya Bunda 🙂



Leave a Reply