Jika Bayi Baru Lahir Jarang Menangis, Apakah Normal?
Jika Bayi Baru Lahir Jarang Menangis, Apakah Normal? Fase kehidupan baru ini mengajarkan orang tua banyak hal, seperti mengetahui alasan mengapa anak-anak mereka menangis atau sebaliknya. Bunda, menangis saat bayi baru lahir adalah bagian dari perkembangan.
Merawat bayi baru lahir bisa menjadi tantangan bagi setiap orang tua, terutama bagi mereka yang baru saja memiliki anak pertama. Ini termasuk memahami apa arti tangisan mereka, yang bisa berarti lapar atau penuh. Namun, bagaimana jika bayi tidak menangis sama sekali?
Jika Bayi Baru Lahir Jarang Menangis, Apakah Normal?
Segera setelah lahir, bayi baru lahir mencoba menangis untuk berkomunikasi dan mengekspresikan diri. Orang tua harus tahu apa yang sebenarnya diinginkan bayi mereka. Apakah ia rewel hanya, mengantuk, atau lapar?
Bayi menangis lebih banyak atau kurang dari yang lain, tetapi semua bayi menangis lebih banyak selama tiga bulan pertama kehidupan daripada di kemudian hari selama perkembangan mereka. Mengutip About Kids Health, tangisan terjadi sesuai dengan pola perkembangan selama tiga bulan pertama kehidupan. Kurva tangisan adalah pola yang digunakan.
Tangisan mulai meningkat pada usia dua atau tiga minggu, mencapai puncaknya pada usia enam hingga delapan minggu, dan kemudian menurun secara bertahap hingga usia sekitar dua belas minggu. Meskipun beberapa penelitian lain menunjukkan puncak tangisan yang berbeda, semua penelitian setuju bahwa tangisan tertinggi terjadi pada tiga bulan pertama kehidupan.
Dalam tiga bulan pertama, orang sering menangis tanpa alasan. Meskipun orang tua telah mencoba berbagai cara, menangis dimulai dan berakhir tanpa peringatan dan mungkin tidak berhenti. Bayi dapat menangis selama lima jam setiap hari, dan mereka sering menangis lebih banyak di malam hari atau sore hari.
Namun, masalah lain yang dihadapi beberapa orang tua adalah ketika bayi mereka tampaknya tidak menangis banyak. Orang tua mungkin bertanya apakah bayi mereka menderita penyakit atau masalah pendengaran. Bunda mungkin bertanya, “Apakah normal jika bayi saya tidak menangis setelah lahir?”
Apakah normal bagi bayi baru lahir untuk jarang menangis?
Tidak semua bayi baru lahir menangis saat lahir secara alami karena trauma; namun, Bunda, hal yang sama tidak terjadi pada semua bayi baru lahir.
Ini terjadi karena beberapa bayi lebih mengantuk dan tenang daripada yang lain. Banyak bayi yang dilahirkan melalui operasi caesar tidak hanya menangis tetapi juga menguap atau batuk, menurut Only My Health. Dokter atau perawat akan memeriksa situasinya dalam hal ini. Namun, jangan lupa bahwa tidak menangis juga dapat menunjukkan masalah kesehatan.
Jadi, dokter neonatologi melakukan tes Apgar, yang menilai lima faktor kesehatan bayi:
- Detak jantung
- Warna kulit
- Pernapasan
- Refleks
- Tonus otot
- Nantinya, dokter akan memutuskan apakah mereka perlu memberikan oksigen kepada bayi atau tidak.
Apakah normal bagi bayi yang baru lahir untuk tidak pernah menangis? Bayi terus belajar menangis jika dokter telah memberi tahu bahwa semuanya baik-baik saja.
Namun, ada alasan lain mengapa bayi tidak menangis. Banyak dari mereka mengalami kesulitan untuk mengungkapkan perasaan mereka. Orang tua harus tahu bahwa jika bayi tidak menangis, itu tidak berarti dia baik-baik saja.
Jadi, Bunda, jika Si Kecil jarang menangis, periksakan saja dia ke dokter.
Apakah bayi jarang menangis tanda autis?
Untuk menilai bayi autis, perlu ada penilaian dari dokter dan psikolog, Bunda. Namun, salah satu tanda bayi mengidap autisme adalah tidak menangis ketika lapar.
Dikutip dari laman Cross River Therapy, salah satu perbedaan paling menonjol pada bayi autis adalah bahwa mereka mungkin tidak menangis ketika mereka lapar. Sebuah studi yang disorot oleh MedPage Today, menemukan bahwa dibandingkan dengan bayi yang berkembang secara normal, mereka yang didiagnosis dengan autisme cenderung tidak bersuara atau menangis ketika mereka merasa lapar.
Perilaku yang tidak lazim tersebut membuat orang tua kesulitan memenuhi kebutuhan bayi mereka secara efektif, karena menangis biasanya merupakan sinyal lapar utama bagi bayi.
Penelitian yang sama menemukan bahwa kesulitan menyusu dini mungkin merupakan tanda autisme yang signifikan, terutama bila dikombinasikan dengan kelainan lain seperti berkurangnya perhatian visual, masalah kontrol motorik, dan kurangnya minat pada orang lain.
Selain tidak menangis, orang tua mungkin memperhatikan perilaku tidak lazim lainnya pada bayi autis mereka. Misalnya, bayi-bayi ini mungkin tidak menanggapi suara ibu mereka atau menunjukkan minat pada waktu menyusu, yang umumnya dianggap sebagai respons khas pada bayi non-autis.
Demikian penjelasan mengenai alasan bayi baru lahir jarang menangis, dan cara mengetahui apakah perkembangan mereka normal atau tidak. Semoga informasi artikel Jika Bayi Baru Lahir Jarang Menangis, Apakah Normal? membantu ya!



Leave a Reply